Pengalaman Pribadi Ikut iBT TOEFL

Aku baru saja ikut iBT minggu tanggal 26 Mei. Tempanya di Real English yang baru, di IONS building, depan poncab C. Simanjuntak.

Sebelum Test Dimulai

Tes dimulai jam 08:00, tapi rada telat karena adminnya baru siap jam 08:10-an. Kali ini pesertanya ada 10 orang. Ujian akan dilakukan di ruang komputer IONS, lantai tiga. Biar aman dan damai, kami masuk ruang komputer ganti-gantian, lima orang lima orang, untuk kemudian registrasi sebentar: nunjukkan identitas, sama foto. Setelah registrasi, dipersilakan untuk langsung menuju komputernya masing-masing.

Di ruang ini ada banyak komputer, sekitar 20-25 mungkin. Jadi tiap komputer yang dipakai ada jarak satu komputer, biar tidak saling mengganggu. Headphone yang dipakai adalah resmi dari ETS (yang punya TOEFL di amrik sana) ada nomor serinya pula. Namun, untuk mic-nya agak tricky, jauh dari mulut. Jadi biar jelas pas ngomong, sebaiknya dipegang biar deket ke mulut. Sebelum tes di mulai, ada kalibrasi mikrofon. Jadi kita diminta ngomong buat ngatur volume mic secara otomatis.

Strategi Saya

Strategi saya dalam TOEFL ini adalah strategi kura-kura. Seperti yang sudah saya pelajari dari senior-senior saya. Yaitu untuk melambat-lambatkan mengerjakan soal, supaya tidak tabrakan dengan orang lain saat speaking. Perlu diingat, ada sesi speaking nanti, walaupun sudah memakai headphone resmi dari ETS, suara orang lain masih sedikit terdengar, dan sedikit mengganggu konsentrasi kita karena kita juga pengen dengerin kira-kira orang itu ngomong apa, wkwk.

Jadi biar lambat, dan kita bisa mulai sesi speaking saat semua orang lain sudah selesai speaking, berlama-lama lah saat baca instruksi. Jadi ya dibaca dengan baik dan benar sambil ngulur waktu. Kalau sudah cukup ngulur waktu, baru tekan tombol continue, hahaha.

Reading Section

Reading saya jalani dengan hati-hati, karena pengalaman saya, reading saya kerjakan justru tergesa-gesa, padahal waktu masih banyak. Perlu diingat, untuk menjawab soal reading dengan waktu 60 menit, itu lebih dari cukup. Jadi ya, santai saja, pelan-pelan yang penting akurat, tapi ya jangan terlalu lambat -_-.

Listening Section

Untuk listening, kuncinya konsentrasi dan catatan yang baik. Karena di iBT, beda dengan TOEFL biasa, kita boleh bikin catatan sembari mendengarkan. Kegagalan saya ada di konsentrasi, yaitu saya susah mendengarkan percakapan yang panjang, dan akhirnya lupa, ujung-ujungnya sedikit bingung saat menjawab. Kelemahan dalam konsentrasi bisa diimbangi dengan catatan yang baik. Karena kalau lupa, kita bisa lihat catatan. Bikin catatan ini tidak gampang, perlu latihan. Terbukti karena saya kurang latihan, catatan yang saya tulis tidak banyak membantu.

Istirahat 10 Menit

Setelah listening ada sesi istirahat 10 menit. Saat ini saya keluar ruangan, untuk menghela nafas. Mengerjakan soal-soal tadi itu, jujur, menguras tenaga. Dari panitia juga diberi kue dan minum. Saya nunggu di luar. Jika sudah 10 menit, tenang, kita akan dipanggil sama panitia untuk masuk.

Speaking Section

Speaking, saya rada belepotan pas ngomong, kurang lancar, karena saya kurang latihan. Topiknya lebih gampang daripada pas saya latihan di rumah untungnya, kalo enggak pasti saya bakal lebih kacau. Di sini kita diminta berbicara tentang pendapat pribadi, sampai menceritakan kembali informasi yang diterima.

Writing Section

Writing, biasanya dikerjakan cepet-cepet sama orang karena udah gak tahan empat jam di ruang ujian, cukup lama untuk sebuah ujian. Saat bagian writing ini, bakal terdengar suara keyboard yang bikin berisik juga, hahaha. Bagian ini ada dua, yaitu menulis kembali dari informasi dalam artikel dan kuliah, kemudian mengarang bebas tentang pendapat kamu dalam suatu topik. Alhamdulillah bagian ini lancar jaya, karena soalnya gampang dan latihan saya sudah cukup. Oia, perlu diingat, skill mengetik diperlukan di sini, jadi kalau kamu masih kurang cepat dalam mengetik, harap dilatih, biar kamu tidak kehilangan waktu saat mengerjakan soal.

Setelah selesai ujian, ada konfirmasi lagi kalau mau dikirim hasil score ke rumah atau tidak, atau mau cancel hasil ujian ini, dengan catatan uang tidak kembali. Karena saya agak kurang puas dengan performa saya dalam tes kali ini, saya langsung pulang setelah ujian. Tapi ya setelah selesai emang gak ada apa-apa lagi, boleh pulang.

Hasil iBT biasanya sudah bisa dilihat online, 10 hari 7 hari-an sejak tanggal ujian. Kalau printout-nya kira-kira sampai rumah dua bulan setelah tes.

Update:
Ternyata, untuk kasusnya saya pribadi, gak perlu nunggu sampai 10 hari, kira-kira seminggu setelah tes, hasilnya bisa dilihat online di www.ets.org/toefl.

2 thoughts on “Pengalaman Pribadi Ikut iBT TOEFL

  1. Lokasi iBT TOEFL di Jogja dan Biayanya – Guntur D Putra

  2. Halo Kak Guntur, terimakasih infonya.

    Kalau boleh berbagi info untuk rekan-rekan lainnya yang mungkin berminat: teman-teman bisa berlatih menghadapi TOEFL iBT dengan cara mengikuti tes prediksi / simulasi / try-out TOEFL online di ProfTOEFL.

    Teman-teman bisa ambil tes prediksi TOEFL iBT, beserta skor, identifikasi kelemahan dan saran untuk meningkatkan skormu. Sesuai tes yang asli, ini online jadi bisa diambil kapan saja dan dimana saja. Tim ahli kami terdiri dari native speaker dan kakak-kakak yang sedang ambil s2/s3 di Oxford University.

    Caranya gampang, bisa klik disini: http://proftoefl.com/daftar-tryout-tes-toefl-online

    Semoga sukses ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *