Peringatan Hari Kemerdekaan di Groningen, Belanda

Semarak peringatan kemerdekaan RI tidak hanya bisa dirasakan di tanah air. Di Groningen, sebuah kota di bagian utara Belanda, juga diadakan perayaan kemerdekaan RI yang diikuti oleh berbagai kalangan yang cukup bervariatif.

Groningen, Kota Pelajar di Belanda

Groningen adalah salah satu tujuan favorit pelajar Indonesia da Internasional untuk bersekolah di negeri kincir angin. Ada dua kampus ternama di Groningen, yaitu Rijksuniversiteit Groningen dan Hanzehogeschool Groningen, yang menjadi tempat mereka belajar. Perhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen (PPIG) pun konon adalah PPI yang paling besar di Belanda, dengan anggota yang mencapai hampir 300 orang, mulai dari mahasiswa sarjana, magister, dan doktoral. PPI inilah yang menjadi wadah bagi para mahasiswa Indonesia di Groningen untuk berkumpul, berkarya, dan berorganisasi, termasuk mengadakan peringatan hari kemerdekaan RI yang akan saya bahas ini.

Penyambutan Mahasiswa Baru

Hari kemerdekaan Indonesia pasti selalu jatuh di tanggal 17 Agustus. Namun, PPIG memperingatinya di hari yang berbeda, mengingat tanggal 17 yang belum tentu jatuh di akhir pekan saat para pelajar memiliki waktu luang. Biasanya, agenda ini diadakan di akhir bulan Agustus bersamaan dengan datangnya mahasiswa-mahasiswa baru.

Acara ini juga dibarengi dengan penyambutan mahasiswa-mahasiswa baru yang akan memulai perkuliahan di bulan September. Dengan acara ini, mahasiswa baru dapat saling bertemu dan berkumpul dengan mahasiswa Indonesia lain yang sudah terlebih dahulu memulai studinya di Groningen. Acara ini juga memberikan semangat bagi mereka mahasiswa baru bahwa mereka tidak sendirian di negeri yang letaknya ribuan kilometer dari Indonesia.

Karena Groningen adalah kota yang berjarak sekitar dua jam perjalanan kereta dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, PPIG juga memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa baru untuk dapat melakukan lapor diri dalam agenda ini. Perwakilan bagian Imigrasi dari KBRI akan datang untuk mendata warga Negara Indonesia yang baru dating di Belanda. Perlu diingat, lapor diri pada KBRI setempat penting dilakukan bagi warga Indonesia yang akan tinggal untuk kurun waktu yang cukup panjang di Negara lain.

Upacara Bendera

Salah satu hal yang dinantikan saat peringatan kemerdekaan adalah upacara bendera. Oleh karena itu PPIG pun juga mengadakan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Belanda, Prof. Bambang Hari Wibisono. Walaupun sedikit berbeda dengan upacara bendera di Indonesia yang biasa digelar di luar ruangan dan menggunakan tiang bendera yang bisa dikerek, upacara yang digelar di dalam ruangan dan tanpa tiang bendera setidaknya dapat mengingatkan para peserta upacara dengan upacara bendera khas kemerdekaan RI yang penuh kekhidmatan. Namun, upacara di Groningen juga lengkap dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, dan ornamen upacara lainnya.

Lomba-Lomba

Selalu, yang paling penting dan dinantikan dari peringatan kemerdekaan RI adalah lomba-lomba khas 17 Agustus. PPI juga mengorganisir lomba-lomba tersebut, seperti lomba makan kerupuk, lomba sepak bola terong, lomba kelereng estafet, lomba semangka koin, lomba joget balon, tumpeng, lomba tebak gambar untuk anak-anak. Setiap tahunnya tentu ada variasi untuk memberikan nuansa berbeda. Lomba-lomba seru tersebut, yang diadakan setelah santap siang, selain akan memupuk rasa kreatifitas, ketrampilan, ketangkasan dan sportifitas.

Peringatan Kemerdekaan dan Peran Mahasiswa

Para pelajar Indonesia di penjuru dunia secara tidak langsung memberikan pengaruh pada eksistensi Indonesia di mata global. Contohnya dalam agenda peringatan kemerdekaan di Groningen yang juga dihadiri oleh pihak non-Indonesia, seperti perwakilan universitas. Acara ini pun dapat mengobarkan semangat kemerdekaan kepada para pelajar dan mendorong mereka untuk semangat menuntaskan pendidikannya hingga kembali pulang dan mengaplikasikan ilmunya untuk bangsa dan negara.

Peringatan Kemerdekaan KBRI Den Haag

Seperti yang dilakukan di Istana Negara, pada tanggal 17 Agustus pukul 9:30 diadakan upacara bendera peringatan kemerdekaan RI di KBRI Den Haag, tepatnya di di halaman Wisma Duta di Wassenaar. Acara ini diikuti sekitar 400 peserta yang sangat beragam, mulai dari keluarga besar KBRI Den Haag, perwakilan pelajar Indonesia, Indonesia Netherlands Society (INS), Indonesia Netherlands Youth Society (INYS), dan segenap lapisan masyarakat Indonesia di Belanda.

Tulisan ini dimuat di majalah dwi-bulanan “Sosiomedia”, yang diterbitkan oleh divisi Humas dan Jaringan dari UKM Forum Ilmu Sosial dan Humaniora Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM, Yogyakarta. Edisi Agustus-September 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *