Tips Cari Restoran Halal di Luar Negeri

Waktu jalan-jalan ngebolang ke Jerman di musim panas ini dapat pengalaman baru cari restoran atau rumah makan halal di luar negeri.

Caranya gampang, tinggal buka Google Maps terus ketik halal. Nanti Google Maps akan menampilkan tempat makan atau restoran halal tertekat dengan lokasi kita. Hasilnya bervariasi, tidak melulu kebab, bisa restoran timur tengah, bahkan restoran Thailand.

Contohnya ada di bawah, waktu kami cari tempat makan atau restoran halal di Frankfurt, Jerman. Ternyata mudah juga cari tempat makan halal di luar negeri.

Restoran halal di frankfurt Jerman

Kalau di bawah ini contoh hasil nyari tempat makan halal di dekat tempat tinggal saya di Belanda, Groningen.

Restoran halal di groningen

Backpacker ke Seoul – Hari ke-3 – Everland

Hari ketiga ini adalah salah satu rangkaian hari di Seoul yang paling ditunggu-tunggu. Hari ini kami akan pergi ke taman bermain terbesar se Korea Selatan, Everland! Theme park ini berada di kota Yongin, beberapa jam dari Seoul. Untuk menuju ke sana, cara paling mudah dan paling murah adalah dengan bis, sayangya seperti biasa, saya lupa berapa duit yang harus dirogoh.

Saya di salah satu pintu masuk Everland.

Tiket masuknya sekitar 30.000 won, atau sekitar 3000 yen, atau sekitar 300.000 rupiah. Menurut saya, harganya gak mahal-mahal amat juga, kalau dibandingkan sama Trans Studio yang separuhnya harga Everland. Tiket masuk itu berlaku untuk semua wahana yang ada, jadi sekali bayar bisa main sepuasnya. Seperti theme park lainnya, kalau udah masuk, kita nanti dikasi gelang unyu di tangan.

Gelang unyu dari Everland.

Wahana paling terkenal dari Everland adalah T Express, sebuah roller coaster yang buesaaaar sekali. Namun demikian, konstruksi dari T Express terbuat dari kayu-kayu. Awalnya agak merinding waktu ingin mencicipi, karena takut rubuh, ya maklum karena konstruksi kayu, takutnya rapuh.

Bisa lihat sendiri, itu ada rangka-rangka segede dinosaurus yang merupakan konstruksi dari T Express.

Seru! Pengen lagi! Itulah komentar pertama saya setelah naik T Express. Sebenernya bisa sih naik lagi, tapi antrinya ituuu, yang gak nahan.

Untuk makan siang, Everland sendiri sudah menyiapkan beberapa restoran yang bisa dinikmati oleh pelanggan. Tapi lain dengan wahana permainan, untuk makan di restoran, pelanggan harus merogoh kocek lagi. Banyak makanan yang mengandung apa yang saya tidak bisa makan, akhirnya saya makan burger udang yang rasanya enak juga.

Untuk wahana lainnya, biasa aja sih, seperti theme park yang ada. Namun, karena waktu kami berkunjung ke Everland bertepatan dengan musim semi, kami bisa melihat bunga-bunga yang sedang bermekaran.

Bunga-bunga bermekaran.

Sepertinya sekian dulu perjalanan saya hari ketiga. Dan dalam perjalanan pulang, saya demam. Keesokannya, badan saya melepuh-melepuh, dan ternyata saya kena cacar :(.

Backpacker ke Seoul – Hari ke-2 – Bahasa Indonesia

Ada yang hampir kelupaan, padahal ini wajib diabadikan dalam bentuk tulisan. Pada malam hari keberapa, saya lupa, saya dan teman-teman mbolang naik bus keliling Seoul dan akhirnya nyasar ke Seoul Station, sebelum menemukan sesuatu yang menakjubkan ini.

Kami kesulitan pulang karena memang kami belum hafal betul bagaimana layout kota Seoul. Kami ingin pulang dengan bis karena memang itulah opsi yang paling murah. Tapi, tapi, tapi, kami bingung mau pulang pake jalur mana!

Kami pun jadi kalang kabut karena bingung, Momo pun sampe marah-marah dan Ball jadi gusar. Sedangkan saya kaget, karena disapa bapak-bapak separuh baya semacam satpam yang mengatur jalannya bis, kayak tukang parkir gitu.

Beliau tanya saya dengan bahasa Indonesia yang sedikit terbata-bata, “Dari Indonesia?”. Wow, ada orang korea yang bisa bahasa Indonesia juga rupanya. Usut-punya usut, dengan obrolan dengan bahasa Indonesia santai dan beliau pun juga menjawab dengan sedikit lupa-lupa ingat tentang bahsa Indonesia, beliau pernah kerja di Kalimantan sekitar 5 tahun yang lalu dan sekarang kembali ke Seoul.

Beliau baik banget! Walaupun gak bayarin taksi kami, tapi beliau mesenin taksi dan ngasi tau supir taksi untuk anterin kami pulang.

Dan berkat bapak itulah, kami bisa pulang malam itu. Kami beruntung, alhamdulillah. Hidup Indonesia!

Backpacker ke Seoul – Hari ke-2 – Seoul City Tour

Yeah, jatuh juga pada hari kedua. Kali ini saya akan bercerita tentang jalan-jalan kami di Seoul pake tur bus. Yep, seperti yang dimiliki kota Fukuoka di Jepang dengan Green Bus-nya, Seoul juga punya city tour.

Seoul City Tour adalah semacam tur bus yang mengelilingi kota Seoul. Di tempat-tempat atraksi terdapat terminal dan kita bisa turun di sana untuk melihat-lihat landmark atau atraksi, setelah puas kita bisa naik bis lagi di tempat yang sama. Sekali putaran, alias dari terminal start sampai start lagi, kurang lebih memakan waktu satu jam.

Terminal start, dimana kita bisa beli tiket. Harganya? Saya lupa.

Triknya, sebaiknya baca peta yang diberi, kemudian relakan satu putaran pertama untuk lihat-lihat saja dari bis dan tentukan tempat mana yang nanti kita mau mampir. Kemudian pada putaran kedua, baru turun di tempat yang menarik menurut kita.

Contoh terminal di depan Hotel ambassador, Seoul.

Bentuk Bus yang untuk tur.

Di dalam bus disediakan headset. Dengan itu kita bisa mendengarakan penjelasan tentang tempat yang sedang kita tuju. Bahasanya juga bisa dipilih-pilih, mulai dari bahasa korea, jepang, sampai enggres.

Headset untuk dengerin penjelasan.

Nah, untuk pemandangan kota Seoul, sedikit berbeda dengan kota-kota besar di Jepang. Pertama, kendaraan berjalan di sebelah kanan! Beda banget seperti Indonesia. Mobil-mobilnya, kebanyakan merk lokal korea, mereka cinta produk lokal. Terus, sering aku liat motor bersliweran, walopun sedikit gak sebanyak di Indonesia. Kebanyakan dari mereka adalah jasa delivery.

Dulu cuman bisa liat di sinetron korea, tapi akhirnya alhamdulilah udah bisa ngeliat langsung.

Oia, jangan khawatir kehabisan won di Seoul, karena banyak penukaran uang di tempat-tempat yang terkenal. Saya berkali-kali nuker dari yen ke won, gak peduli ratenya karena gak ada pilihan lain selain nuker duit ke won ._.

Backpacker ke Seoul – Hari ke-1 – Myeong-dong

Ada yang kelupaan, pada malam hari pertama, sebelum jalan-jalan ke N Seoul Tower, kami berlima pergi ke Myeong-dong, yang mana adalah yang katanya pusat belanja di Seoul.

Sebenarnya kami beberapakali pergi ke myeong deong untuk sekadar cari makan karena emang hostel kami yang murah meriah itu dekat myeong deong.

Myeong-dong sepertihalnya malioboro di Jogja, tapi di jalan hanya diperbolehkan bagi para pejalan kaki, dan jalannya kecil seperti gang-gang di Indonesia. Yang unik dari Seoul adalah, beberapa meter kita berjalan yang lagi-lagi kita temukan adalah bengkel oplas, alias operasi plastik, ya Allah. Emang sih korsel terkenal dengan oplasnya.

Salah satu sudut di Myeong-dong.

Salah satu jajanan yang saya inget adalah eskrim super panjang ala Myeong-dong. Rasanya enakan eskrimnya McD ato KFC sih, tapi tingginya itu yang kelewatan. Harganya sekitar 300 yen kalo gak salah, yep 30.000, kalo gak salah inget, lupa.

Saya, Ball, Momo, dan Ding.

Dan di Myeong-dong juga lah saya pertama kali di dunia nyicipin yang namanya kopi setarbak. Seumur hidup, bahkan di Indonesia, saya belom pernah beli kopi setarbak karena harganya mahal. Di sana, saya beli karena saya ngerasa gak enak badan yang berujung, pada malam ketiga, cacar ._.