iBT TOEFL – The Series

Ini adalah index dari beberapa post saya tentang iBT. Semoga bermanfaat bagi kamu-kamu yang akan atau berminat mengambil iBT.

Apa itu iBT TOEFL?

Buat kamu yang belum tahu tentang iBT.

Beda iBT dengan TOEFL yang Lain

Beberapa perbedaan iBT dengan TOEFL yang sudah familiar.

Mekanisme Skor di iBT TOEFL

Skor / penilaian di iBT itu beda banget lho.

Bagian-Bagian Test di iBT TOEFL

iBT juga punya empat bagian, gak seperti TOEFL biasa.

Lokasi iBT TOEFL di Jogja dan Biayanya

Tertarik ngambil iBT di Jogja? Ini lokasi-lokasinya, jadwal, sama biayanya.

Pengalaman Pribadi Ikut iBT TOEFL

Saya tulis (dengan gaya bahasa acakadut) pengalaman saya ikut iBT.

Belajar, Tip, dan Trik iBT TOEFL dari Guntur

Di sini saya tulis beberapa info dari saya tentang iBT.

Belajar, Tip, dan Trik iBT TOEFL dari Guntur

Saya akui saya kurang fasih berbahasa Inggris. Namun, berdasar pengalaman saya, ada beberapa tip dan trik yang semoga bisa membantu.

Beberapa Link Bermanfaat

Bagi saya, yang berkantong mahasiswa, belajar untuk persiapan iBT bukan berarti harus beli buku yang harganya lumayan mahal. Banyak sumberdaya di internet yang bisa kita manfaatkan.

Kaskus Thread
Thread ini sangat lengkap tentang TOEFL dan IELTS, apalagi ditambah pengalaman-pengalaman beberapa kaskuser dalam mengikuti TOEFL dan IETLS, sangat disarankan kamu baca dengan seksama, langsung saja klik link di atas.

Resource Langsung dari ETS
ETS, yang mbuat itu TOEFL, juga menawarkan beberapa resource yang lumayan buat belajar.

Renshaw iBT
Ini adalah resource terbaik yang saya temukan untuk berlatih speaking dan writing.
Update Wed Mar 19 2014:
Link Renshaw di atas sepertinya mati, silakan pakai ini http://jasonrenshaw.typepad.com/ibt_speaking_writing/.

Tools dan E-Book yang Berguna

Aku latihan iBT dengan software dari bukunya Kaplan. Tambahan soal dapet dari ETS sama beberapa soal di Renshaw. Linknya ada di thread kaskus itum cari aja.

Untuk buku, bisa pakai Barron yang cukup populer. Kalau TOEFL biasa, saya sarankan bukunya Longman.

Banyak-banyaklah membaca untuk memperlancar skil membaca kamu. Gak perlu beli majalah, tinggal rajin-rajin saja buka new york times, atau bbc, atau the jakartapos, dan sebagainya.

Kalau bingung cari e-book, gunakanlah google. Atau cari di torrent, lumayan lengkap lho. Atau e-mail saya.

Saran Dari Saya

Reading

  • Banyak-banyak baca artikel bahasa inggris, dari topik yang kamu suka sampai tidak suka, untuk memperlancar membaca teks bahasa Inggris.
  • Perbanyak kosa kata baru, misal perhari menghafal lima, diusahakan kosa kata bahasa Inggris di bidang akademis, bukan slang -_-.
  • Latihan soal, karena latihan membaca saja tidak cukup.

Listening

  • Biasakan kamu untuk mendengarkan bahasa Inggris, bisa dari nonton film. Tapi percayalah, percakapan di TOEFL itu jauh lebih mudah didengarkan daripada film.
  • Perkuat konsentrasi, dan pintar-pintarlah dalam merangkum sebuah kuliah dalam catatan yang tidak harus panjang, tapi lengkap.
  • Latihan soal, biar kamu biasa dengan tipe-tipe soal TOEFL iBT.

Speaking

  • Latihan pengucapan yang benar.
  • Kalau tidak tau bagaimana mengucapkan kata dengan benar, pakai fasilitas text to speech di Google Translate.
  • Saat bicara, usahakan tidak terburu-buru, percayalah, kamu punya waktu yang sangat cukup kok. Gak perlu buru-buru.
  • Ada enam bagian di speaking. Masing-masing punya trik tersendiri untuk menjawab. Link Renshaw di atas adalah tempat belajar yang sangat tepat. Di sana diajari bagaimana menjawab dengan benar, bahkan ada templatenya.
  • Pelajari apa itu speaking scoring rubrik. Bisa baca di Renshaw, atau di ebook resmi iBT dari ETS.

Writing

  • Perbanyak kosa kata baru, agar kalau kita menulis, kata-katanya gak itu-itu aja.
  • Banyak membaca, kemudian tulis kembali dengan kalimatmu.
  • Latihan menulis dengan dibatasi waktu.
  • Pada iBT, skor tinggi didapat dengan menulis dengan tersruktur. Bukan pada argumen kamu. Renshaw, lagi-lagi, mengupas bagaimana cara menulis terstruktur untuk iBT.
  • Scoring rubrik itu penting juga lho.

Bagian-Bagian Test di iBT TOEFL

Sesuai urutannya, iBT itu dibagi seperti berikut:

Reading

Ada 36-56 soal. Waktunya 60-80 menit. Tugasnya baca 3-4 teks berbau akademis trus disuruh jawab pertanyaan tentang teksnya.

Listening

Kemudian ada listening. Ada 34-51 soal. Waktunya 60-90 menit. Tugasnya kita disuruh mendengarkan percakapan di kuliah atau percakapan biasa, terus jawab pertanyaan.

10 Minutes Break

Setelah capek mengerjakan Reading dan Listening, ada istirahat 10 menit. Peserta bebas mau ngapain, asal jangan kabur.

Speaking

Ada 6 bagian di sini, aka. 6 soal. Kita disuruh berbicara tentang topik tertentu, atau menceritakan ulang dari sebuah teks atau percakapan. Waktunya 20 menit, dengan tiap kita ngomong rata-rata 1 menit, lha sisanya untuk mendengarkan percakapan, membaca, atau persiapan kita ngomong.

Writing

Waktunya total 50 menit. Kita diminta menyarikan dari sebuah kuliah singkat dan sebuah artikel (20 menit). Kemudian soal kedua, kita disuruh mengarang bebas dengan topik yang sudah ditentukan.

Apa itu iBT TOEFL?

Mari dijelaskan dengan sederhana.

iBT TOEFL itu singkatan dari Internet Based Test TOEFL, jadi ya TOEFL yang pakai internet. Kita mengerjakan soal TOEFL di depan komputer yang terkoneksi internet. Tapi, gak bisa asal pake leptop sendiri terus konek ke internet, kita harus test di tempat yang sudah dapet izin untuk iBT TOEFL. Kalau di Jogja, contohnya Real English atau CILACS UII.

Skor di iBT beda. Rangenya dari 0-120, beda sama PBT TOEFL yang rangenya 0-670.

Materi tesnya, beda juga lho. Kalau PBT TOEFL ada listening, structure, reading. Kalau di iBT structure gak ada, cuman reading. Jadi, iBT ada empat komprehensi, yaitu:

  1. Reading
  2. Listening
  3. Speaking
  4. Writing

Yak, jadi di iBT, selain kita dituntut untuk bisa bahasa inggris secara pasif (listening & reading) juga bisa bahasa inggris aktif (speaking & writing). Untuk lebih lanjutnya, dibahas di post selanjutnya.

The Carrying Capacity of an Environment

The passage mainly presents about carrying capacity including details and descriptions. The professor supports this arguments and gives an example about a population of wolves.

20 years ago, there was a massive population of rabbit but the wolves were low in terms of population. The population of wolves was not yet fulfilling the carrying capacity and rabbits were the primary sources of wolves’ food. This supports the argument in the passage alleging that relative richness of resources causes a variable number of organism.

The passage later describes when the population of organisms hits the carrying capacity, the excess organisms either have to leave or perish. The professor also says the same way that eventually when the population of wolves hits the carrying capacity limit, the wolves will starve or leave that habitats.

Then the population of plants, the food sources of rabbit, will increase as the population of rabbit goes down. Finally both the passage and the professor describes that this would lead to the rise and fall of carrying capacity.